Langsung ke konten utama

Kerja Ilmiah : Sikap Ilmiah, Pendekatan Keterampilan Proses, dan Metode Ilmiah

Menurut Irnaningtyas (2016) kerja ilmiah merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh orang yang memiliki sikap ilmiah menggunakan pendekatan keterampilan proses dan melalui langkah-langkah metode ilmiah. Dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai sikap ilmiah, pendekatan keterampilan proses, dan metode ilmiah.

Sikap ilmiah yang harus dimiliki seorang peneliti atau ilmiah adalah sebagai berikut :

  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
  • Jujur
  • Teliti
  • Tekun
  • Objektif
  • Optimis terhadap keberhasilan penelitian
  • Berpikir logis
  • Berpikir secara terbuka
  • Peka dan kritis
  • Menghargai peneliti lain, menghargai hasil penelitian, serta penemuan peneliti lain.
Pendekatan keterampilan proses adalah suatu cara yang diterapkan pada siswa agar dapat menemukan sendiri fakta dan konsep yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuannya (Irnaningtyas, 2016). Keterampilan proses meliputi :
  • Klasifikasi objek
  • Mengajukan pertanyaan
  • Pengamatan (Observasi)
  • Menyajikan data
  • Menafsirkan data
  • Memprediksi dan memprakirakan data
  • Identifikasi variabel dalam percobaan
Tahapan dalam metode ilmiah sebagai berikut :
  • Merumuskan masalah
  • Mengumpulkan informasi atau data-data pendukung
  • Merumuskan hipotesis
  • Melakukan percobaan (Eksperimen)
  • Analisis data
  • Membuat kesimpulan
Sekian penjelasan terkait sikap ilmiah, pendekatan keterampilan proses, metode ilmiah. Nantikan informasi menarik tentang sains di artikel berikutnya.

Baca Juga :
Referensi :
Irnaningtyas. 2016. Biologi Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
Saktiyono. 2008. SeribuPena Biologi Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Morfologi Tumbuhan

Sumber : Muhammad Iqbal     Ilmu  yang mempelajari bentuk fisik dan  struktur  tubuh dari  tumbuhan disebut sebagai morfologi tumbuhan (Raven, P. H. 2005). Morfologi  berasal dari bahasa Latin, yaitu   morphus  yang berarti wujud atau bentuk, dan  logos  yang berarti ilmu. Menurut Harold (1987), morfologi tumbuhan didefinisikan sebagai studi tentang perkembangan bentuk, dan struktur tumbuhan yang berimplikasi upaya untuk menginterpretasi berdasarkan kesamaan asal dan tujuan.      Morfologi tumbuhan dan sistematika tumbuhan, merupakan disiplin ilmu yang berbeda fokus dan tujuannya. Namun kedua disiplin ilmu ini saling bersinggungan. Morofologi menekankan pada aspek analogi (konvergensi), sedangkan sistematika menekankan pada aspek homologi (kesamaan dua spesies yang memiliki nenek moyang sama).      Menurut Periasamy (1997) terdapat tiga aspek utama dalam dari studi morfologi, yaitu deskripsi se...