Langsung ke konten utama

Bagian-Bagian Daun

Sumber : Muhammad Iqbal

          Daun merupakan salah satu bagian tumbuhan yang termasuk alat hara (Organum nutritivum). Bagian yang pertama akan dibahas adalah tentang bagian-bagian daun. Menurut Tjitrosoepomo (2009) daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian berikut :
  1. Upih daun atau pelepah daun (vagina)
  2. Tangkai daun (petiolus)
  3. Helaian daun (lamina)
         Contoh tumbuhan yang memiliki daun lengkap, seperti Bambusa sp. (bambu), Areca catechu (pohon pinang), dan Musa paradisiacal (pohon pisang). Tumbuhan yang memiliki daun lengkap, jumlahnya tidak banyak. Kebanyakan tumbuhan kehilangan satu atau dua dari tiga bagian daun tersebut. Kemungkinan sususan daun yang tidak lengkap sebagai berikut :
  1. Daun bertangkai yaitu daun yang hanya terdiri atas tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Contoh tumbuhan yang mempunyai daun bertangkai adalah Mangifera indica (mangga), Artocarpus integra (nangka).
  2. Daun berupih atau daun berpelepah yaitu daun yang hanya terdiri atas upih daun (vagina) dan helaian daun (lamina). Contoh tumbuhan yang mempunyai daun berupih atau berpelepah adalah Zea mays (jagung), Oryza sativa (padi).
  3. Daun duduk yaitu daun yang hanya terdiri atas helaian (lamina). Daun jenis ini tidak memiliki upih maupun tangkai. Biasanya helaian daun langsung melekat atau duduk pada batang. Contoh tumbuhan yang mempunyai daun duduk dalah Calotropis gigantea (biduri).
  4. Daun memeluk batang yaitu daun yang hanya terdiri atas helaian (lamina) dan memiliki pangkal lebar hingga seakan-akan memeluk batang. Contoh tumbuhan yang mempunyai daun memeluk batang adalah Sonchus oleraceus (tempuyung).
  5. Daun yang hanya terdiri atas tangkai (petiolus) saja dan biasanya tangkainya menjadi pipih. Sehingga menyerupai helaian daun (lamina). Jadi merupakan helaian daun semu atau palsu, disebut filodia. Contoh tumbuhan yang memiliki daun seperti ini adalah Acacia auriculiformis.
Pada daun biasanya terdapat alat tambahan atau pelengkap, seperti daun penumpu (stipula), selaput bumbung (ocrea atau ochrea), dan lidah-lidah (ligula). Daun penumpu dapat dibedakan berdasarkan letaknya, seperti daun penumpu bebas (stipulae liberae) pada Arachis hypogea (kacang tanah),  daun penumpu antar tangkai (stipula interpetiolaris) pada Morinda citrifolia (mengkudu), pada Rosa sp. terapat daun penumpu yang disebut stipulae adnatae

Baca juga :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerja Ilmiah : Sikap Ilmiah, Pendekatan Keterampilan Proses, dan Metode Ilmiah

Menurut Irnaningtyas (2016) kerja ilmiah merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh orang yang memiliki sikap ilmiah menggunakan pendekatan keterampilan proses dan melalui langkah-langkah metode ilmiah. Dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai sikap ilmiah, pendekatan keterampilan proses, dan metode ilmiah. Sikap ilmiah yang harus dimiliki seorang peneliti atau ilmiah adalah sebagai berikut : Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi Jujur Teliti Tekun Objektif Optimis terhadap keberhasilan penelitian Berpikir logis Berpikir secara terbuka Peka dan kritis Menghargai peneliti lain, menghargai hasil penelitian, serta penemuan peneliti lain. Pendekatan keterampilan proses adalah suatu cara yang diterapkan pada siswa agar dapat menemukan sendiri fakta dan konsep yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuannya (Irnaningtyas, 2016). Keterampilan proses meliputi : Klasifikasi objek Mengajukan pertanyaan Pengamatan (Observasi) Menyajikan data Menafsirkan data Memprediksi dan...