Langsung ke konten utama

Morfologi Tumbuhan

Sumber : Muhammad Iqbal

    Ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh dari tumbuhan disebut sebagai morfologi tumbuhan (Raven, P. H. 2005). Morfologi berasal dari bahasa Latin, yaitu  morphus yang berarti wujud atau bentuk, dan logos yang berarti ilmu. Menurut Harold (1987), morfologi tumbuhan didefinisikan sebagai studi tentang perkembangan bentuk, dan struktur tumbuhan yang berimplikasi upaya untuk menginterpretasi berdasarkan kesamaan asal dan tujuan.

    Morfologi tumbuhan dan sistematika tumbuhan, merupakan disiplin ilmu yang berbeda fokus dan tujuannya. Namun kedua disiplin ilmu ini saling bersinggungan. Morofologi menekankan pada aspek analogi (konvergensi), sedangkan sistematika menekankan pada aspek homologi (kesamaan dua spesies yang memiliki nenek moyang sama).

    Menurut Periasamy (1997) terdapat tiga aspek utama dalam dari studi morfologi, yaitu deskripsi secara lisan suatu bentuk, klasifikasi bentuk, dan genesis bentuk (morfogenesis). Fokus dari morfologi tumbuhan adalah bentuk dan susunan luar tubuh tumbuhan pada tumbuhan yang telah terdiferensiasi yang termasuk dalam kelompok kormus (Cormophyta). Sehingga hanya menyangkut dua golongan tumbuhan yang menjadi bahasan morfologi tumbuhan yaitu : Pteridophyta (tumbuhan Paku) dan Spermatophyta (tumbuhan biji). Sedangkan golongan-golongan lain, seperti Schizophyta (tumbuhan belah), Thallophyta (tumbuhan talus), dan Bryophyta (tumbuhan lumut), termasuk dalam pembahasan anatomi tumbuhan dikarenakan tubuhnya belum terdiferansiasikan (Tjitrosoepomo, 2009).

Beberapa hal yang akan dibahas lebih lanjut adalah :

  • Alat Hara (Organum nutritivum)
    • Daun (Folium)
    • Batang (Caulis)
    • Akar (Radix)
  • Alat Perkembangbiakan (Organum reproductivum)
    • Bunga (Flos)
    • Buah (Fructus)
    • Biji (Semen)
    Akan dibahas juga terkait bagian-bagian lain pada tumbuhan yang merupakan metamorfosis dari akar, batang, dan daun. Contohnya kuncup, rimpang, duri, dan lainnya.

    Baca juga :

    Referensi :
    1. Harold C. Bold, C. J. Alexoppoulos, and T. Delevoryas. 1987. Morphology of Plants and Fungi, 5th  ed. Inggris : Harper-Collins.
    2. Periasamy, K.; Swamy, B. G. L. 1977. "The aim and scope of plant morphology — I". Proceedings of the Indian Academy of Sciences - Section B. Springer India. 86 (3): 181–187.
    3. Raven, P. H., et. al. 2005. Biology of Plants, 7th ed. New York: W. H. Freeman.
    4. Tjitrosoepomo, G. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Bagian-Bagian Daun

    Sumber : Muhammad Iqbal            Daun merupakan salah satu bagian tumbuhan yang termasuk alat hara ( Organum nutritivum ). Bagian yang pertama akan dibahas adalah tentang bagian-bagian daun. Menurut Tjitrosoepomo (2009) daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian berikut : Upih daun atau pelepah daun ( vagina ) Tangkai daun ( petiolus ) Helaian daun ( lamina )          Contoh tumbuhan yang memiliki daun lengkap, seperti Bambusa sp. (bambu), Areca catechu (pohon pinang), dan Musa paradisiacal (pohon pisang). Tumbuhan yang memiliki daun lengkap, jumlahnya tidak banyak. Kebanyakan tumbuhan kehilangan satu atau dua dari tiga bagian daun tersebut. Kemungkinan sususan daun yang tidak lengkap sebagai berikut : Daun bertangkai yaitu daun yang hanya terdiri atas tangkai daun ( petiolus ) dan helaian daun ( lamina ). Contoh tumbuhan yang mempunyai daun bertangkai adalah Mangifera indica (mangga), Artocarpus integra (nangka). Daun berupih...